Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Masyarakat Kuansing Desak Kejari Periksa Dugaan Keterlibatan Ketua Tim Pemenangan AYO dalam Kasus Korupsi Hotel Kuansing
BUALBUAL.com - Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), provinsi Riau, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing untuk segera menyelidiki dugaan keterlibatan mantan Ketua DPRD Kuansing, Muslim dalam kasus korupsi pembangunan Hotel Kuansing. Muslim yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Adam-Sutoyo (AYO), diduga berperan dalam kerugian negara sebesar Rp22 miliar terkait proyek tersebut.
Nama Muslim disebut dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru yang memvonis Sukarmis, mantan Bupati Kuansing, dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Majelis hakim menilai Muslim gagal melaksanakan fungsi pengawasan sebagai Ketua DPRD, terutama dalam memastikan pembentukan BUMD dan Perda penyertaan modal sebelum pembangunan Hotel Kuansing dimulai. Meski demikian, APBD 2014 tetap disahkan atas keinginan Sukarmis.
Menurut Ozi Syaputra seorang penggiat anti-korupsi di Kuansing, Kejari harus segera memperluas penyidikan untuk mengungkap peran pihak-pihak lain termasuk Muslim. "Kerugian negara sebesar Rp22 miliar bukan jumlah yang sedikit. Itu uang rakyat yang harus dipulihkan," tegas Ozi pada Minggu (24/11/2024), di Telukkuantan.
Ozi juga menyebut lambannya Kejari Kuansing dalam menindaklanjuti putusan pengadilan ini sebagai bentuk ketidakadilan bagi masyarakat. "Ketua DPRD memiliki peran penting dalam pengesahan anggaran. Jika benar ada kelalaian, maka hal ini tidak bisa dibiarkan. Masyarakat Kuansing membutuhkan keadilan," tambahnya.
Ozi berharap Kejari Kuansing segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan kasus ini agar tidak berlarut-larut. "Kejari harus bergerak cepat dan transparan. Kasus ini harus diusut hingga tuntas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Kami tidak ingin kerugian negara sebesar Rp22 miliar ini berlalu tanpa ada kejelasan," pungkasnya.

Berita Lainnya
Peringatan Keras, Uang Petani Harus Kembali atau Raja Abdul Aziz Ditarik ke Meja Hukum
Lagi, Turap di Pelabuhan Selatpanjang Ambruk
Masih Ada Warga Tanjungpinang yang Belum Memahami Pentingnya Prokes
Cuaca Buruk, KM Cahaya Sumenar Bermuatan 300 Ton Kelapa Karam di Perairan Kateman Inhil
Pengendara Motor Tewas Dihantam Mobil Pick Up di Pekanbaru
Pertanyakan Hak Mereka, Buruh PT ISK Datangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Inhil
Diduga Oknum ASN BKD Provinsi Lampung Aniaya Enam Alumni IPDN Angkatan XXX
Penyakit Masyarakat Judi Gelper dan Dadu Goncang di Kota Bagansiapiapi yang Kebal Akan Covid-19
Ular Sanca Sepanjang 2,5 Meter Sembunyi di Dapur Warga
Demo di Mapolres Rohil, Mahasiswa Bawa ''Rapor Merah'' Kapolres
Mayat Perempuan Muda tanpa Identitas di Lintas Bono, Ternyata Siswi SMP Bernas Pelalawan Yang Hilang
Keresahan Warga Abung Semuli Akibat Aksi Kawanan Pelaku Pencurian Hewan Ternak yang Gunakan Senpi