20,1 Persen! PR Besar Riau Tekan Stunting Jelang 2026
BUALBUAL.com - Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau terus menjadi prioritas pemerintah daerah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Riau tercatat sebesar 20,1 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan angka tersebut masih harus ditekan agar sejalan dengan target pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan bagian dari program nasional yang wajib dicapai oleh pemerintah daerah.
“Berdasarkan hasil SSGI 2024, angka stunting kita berada di 20,1 persen. Targetnya, pada 2026 harus turun menjadi 17 persen,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurut Zulkifli, target tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2025–2029. Untuk mencapainya, diperlukan penguatan intervensi lintas sektor, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, edukasi gizi, hingga perbaikan sanitasi.
Sementara itu, Guru Besar Gizi Masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Aslis Wirda Hayati, menyoroti tantangan sosial dalam penanganan stunting, khususnya di tingkat masyarakat.
Ia mengungkapkan masih adanya stigma negatif terhadap anak yang telah dinyatakan stunting. Hal ini berdampak pada menurunnya partisipasi mereka dalam kegiatan posyandu.
“Anak-anak yang sudah dinyatakan stunting oleh kader sering kali enggan datang ke posyandu karena adanya stigma di masyarakat. Mereka merasa diberi label negatif, sehingga secara psikologis tidak mau hadir,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius tenaga kesehatan, khususnya ahli gizi. Pendekatan yang lebih humanis dan edukatif dinilai penting agar keluarga tidak merasa terdiskriminasi.
“Aspek psikologis ini sangat penting. Anak dan keluarganya tidak boleh merasa direndahkan. Ini menjadi tugas tenaga gizi agar penanganan stunting tidak menimbulkan stigma,” tambahnya.
Para pemangku kepentingan berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penurunan stunting di Riau, tanpa mengabaikan aspek sosial dan kemanusiaan dalam penanganannya.

Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Belum Selesai Buat Kajian Wacana Penerapan PSBB
Pemda Inhil Pastikan Pengisian Komisaris BPR Gemilang Berjalan Sesuai Mekanisme OJK
Dua Penjabat Kepala Desa, Dilantik Bupati Bengkalis Kasmarni Di Bahtin Solapan
Kepala Sub Direktorat Pemulihan Direktorat PKG Jelaskan Kegiatan SMPEI 2020
Ekonomi Riau 4,79% Belum Maksimal, Sekda Dorong HIPMI Jadi Motor Investasi
Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445H/2024M, Camat Mandau Riki Rihardi Ajak Pegawai Bersih Bersih
532 Peserta Dipastikan Tidak Lulus Seleksi PPPK Nakes Pemerintah Provinsi Riau
Gelar Coffee Morning PLN Bersama Wartawan, Sosialisasikan Kondisi Kelistrikan
Bupati Bengkalis Kasmarni Lantik 171 Pejabat, Hadi Prasetyo pimpin Disdik
Gubri Restui Bengkalis Terapkan PSBB, Plh Bupati Bengkalis: “Kami Akan Sosialisasikan Kepada Masyarakat”
Roby Serahkan BLT DD Bagi 114 KPM di Desa Kelong
Cegah Penyebaran Covid-19, Tim Relawan bersama Muspika Wanayasa Gelar Razia Masker