PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Kalah Di Pilgubri 2018, Akankah Golkar Riau Bakal Gelar Musdalub?
BUALBUAL.com, Imbas kekalahan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno pada pemilihan gubernur Riau (Pilgubri) membuka peluang terjadinya musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Golkar.
Andi Rachman menurut hitungan real count KPU berada diurutan ke-2 dengan raupan suara lebih kurang 24%. Torehan tersebut terpaut jauh dengan capaian paslon nomor urut 1, Syamsuar-Edy Natar, yang meraih suara hampir 40%.
Pengamat politik Universitas Riau, Mexaxai Indra, mengatakan opsi musdalub besar kemungkinan terjadi. Hal itu merujuk rekam jejak Partai Golkar di Riau. Meski begitu, jelas Indra, musdalub itu mesti dilakukan dengan soft (lembut).
"Untuk mengawal kebijakan Syamsuar-Edy di parlemen, diperlukan sokongan suara politik yang masif. Nah jika nanti Syamsuar jadi Ketua DPD I Partai Golkar Riau, mesti ada komunikasi politik dengan partai pengusung. Kalau nanti Pak Syamsuar lupa diri, melupakan partai pengusung, akan menimbulkan konflik internal," paparnya, Jum'at (29/6/2018).
Riau sendiri dikenal sebagai basis suara Golkar. Jika merunut torehan kursi partai Beringin tersebut di DPRD Riau pada periode 2014-2019 yang mencapai 14 kursi. Torehan yang sama juga berpeluang terjadi pada pemilu tahun depan.
Hanya saja, kata Indra, selain membangun komunikasi dengan partai pengusung.Syamsuar selaku pemenang juga mesti mencermati sosok Edy Natar. Pasalnya, mantan Danrem Wirabima itu berpeluang menjadi Ketua DPD I Golkar.
"Kita kan tahu ada king maker dibalik Paslon Syamsuar-Edy, ada Rusli Zainal. Rusli Zainal itu punya jaringan baik di Riau maupun di tingkat DPP Golkar. Kalau nanti Pak Edy yang jadi ketua Golkar Riau, ini tentu juga membuat tak nyaman Syamsuar," sambungnya.
Disinggung, mengenai apa tindakan Syamsuar untuk internal Golkar bila terjadi Musdalub, sebut Indra, Bupati Siak tersebut perlu menjaga citra diri.
"Citra pak Syamsuar selama ini dihadapan publik adalah orang yang santun. Jadi bila Pak Syamsuar nantinya melakukan pembersihan terhadap orang-orang Golkar yang tak mendukungnya saat pilgub, maka ia akan dianggap sebagai orang yang melakukan politik balas dendam." ***
Editor: Ucu
Sumber: Golkarpedia.com
.jpg)

Berita Lainnya
Genjot Penerimaan Pajak, Bupati Inhil Teken MoU Bersama Gubernur dan para kepala daerah di Riau
Tertangkap Tangan Oknum Tenaga Honorer Dishub Siak Lakukan Pungli
Kinerja OPD Kurang Baik, HM Wardan Singgung Soal Jalan, Masyarakat Tidak Tahu Itu Kewenangan Provinsi, Masyarakat Cuman Tahu Itu Salahnya Bupati
Dua Pelaku Ilegal Logging, Di Tangkap Polres Inhil
Kapolda: Kejar Pembeli Sampai Ketemu "Pencuri Minyak Mentah PT CPI Terancam Penjara 7 Tahun"
Mahasiswa Inhil di Yogyakarta Turun Kejalan Tuntut Kenaikan Harga Kelapa
Gubri Syamsuar Akan Jadikan Labor Perternakan Riau untuk Labor Kesehatan Covid-19
Berstatus Terperiksa? Kapolres Kampar - Riau Dicopt Kapolri
HM. Wardan Hadiri Acara Festival Bekaroh di Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu
KPU Inhil Gelar Rakor Terkait Tahapan Pilkada 2018
PIK-R Nuansa SMA Negeri 1 Bengkalis Beri Semangat dan Ucapan Terima Kasih Buat Pahlawan Penanganan Covid-19