PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
PPP: Niat Jokowi Gandeng Mahfud MD Tak Direstui Koalisi
Bualbual.com, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan Presiden Joko Widodomulanya memang memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang. Namun, menurut dia keputusan Jokowi tidak disetujui oleh mitra koalisi lainnya.
Hal itu ia katakan untuk merespon ucapan Mahfud MD yang pernah dihubungi sejumlah pihak seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, yang menyataka dia bakal menjadi cawapres Jokowi.
"Pak Jokowi sebagai calon presiden sudah punya keinginan untuk membawa Pak Mahfud [sebagai cawapres]," kata Baidowi di Posko Pemenangan Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).
Meski begitu, Badowi menegaska bahwa keputusan akhir nama cawapres Jokowi tak bisa ditentukan sendiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebab, nama cawapres Jokowi harus diputuskan berdasarkan kesepakatan bersama antara sembilan parpol pengusung yang tergabung dalam Kolisi Indonesia Kerja dan Jokowi sendiri.
Ia lantas mengatakan bahwa keputusan Marif Amin menjadi cawapres Jokowi baru ditentukan saat kesembilan Ketua Umum Koalisi Indonesia Kerja berkumpul di restaurant Plataran, Menteng sesaat sebelum deklarasi dilakukan.
"Tetapi teman-teman dari partai koalisi menyatakan dan menyampaikan usulan yang berbeda. Kalau dikatakan jadi sebuah keputusan, keputusannya ya waktu di Plataran, Menteng itu," ujarnya.
Baidowi lantas mengibaratkan perubahan nama cawapres itu dengan sebuah rencana pernikahan. Ia menilai keputusan seseorang untuk menikah harus melalui persetujuan keluarga di kedua belah pihak mempelai.
"Saya kira hampir sama dengan itu. Pak Jokowi prioritas utama mungkin Pak Mahfud," kata dia.
Meski begitu, Baidowi menilai bahwa perubahan nama cawapres di detik-detik akhir sebelum dilakukan deklarasi itu lumrah dan biasa dilakukan dalam perpolitikan tanah air.
Ia mengatakan dalam pemilu, baik Pilpres maupun Pilkada pasti terdapat dinamika dan perubahan-perubahan yang tak menentu di detik-detik akhir masa pendaftaran.
"Saya kira itu dinamika yang di politik biasa saja. Di Pilkada pun sering juga begitu. Tidak hanya di pemilu presiden, di pemilukada pun juga begitu. Di last minute melihat dinamika perkembangan politik yang ada kadang ada perubahan-perubahan," pungkasnya.
Editor: bbc
Sumber: cnnindonesia.com

Berita Lainnya
Ketum PPWI Nasional Resmi Membuka Acara Pelatihan Dasar Jurnalistik
Ungkap Kekecewaan Terhadap Presiden Jokowi di Sosmed Kini Dosen USU Sampai ke Kursi Terdakwa
Dear PNS...Sudah Masuk Belum THR-nya? Coba Cek Rekening!
Diduga Hina Presiden Jokowi, Warga di Lombok Utara di Tangkap Polisi
Presiden Jokowi Disarankan Terapkan Teori Kaca Spion, Sebelum Angkat Ahok Jadi Bos BUMN
Yusril Ihza Mahendra, Kritisi Ucapan Presiden Jokowi, Politik dan Agama Harus Dipisahkan
Peringati Harlah Pancasila, Pekerja SPTI-SPSI PT PAA Simpang Bangko, Tetap Solid dan Siap Jadi Garda Terdepan
Keras....Habib Rizieq Sebut Presiden Jokowi Telah Menistakan Ulama
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Dapat Suntikan Dukungan Relawan Lagi
Rizal Ramli: Saya Minta Pak Jokowi Sportif Akui Kegagalan
Jokowi Menduga Kericuhan Demo 4 November Adanya Aktor Politik
Presiden Jokowi: Pemimpin Harus Berpengalaman, Jangan Coba-coba dong