Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pulau Basu Indragri Hilir Menjadi Jalur Migrasi Ribuan Burung Imigran
BUALBUAL.com - Pulau Basu memiliki nama lokal pulau Bakong adalah salah satu pulau yang berada di Indragiri Hilir, yang terletak di pesisir Timur Sumatera, tepatnya di sebuah pulau yang bernama Pulau Basu, Kecamatan Kuala Indragiri atau Concong, Kabupaten Indragiri Hilir.
Pulau ini memliki daya tarik yang keberadaannya tidak banyak didunia , yakni adalah air dari Danau Mablu yang berwarna hitam, selain di Pulau Basu, danau air hitam itu ada juga di rawa Florida, Amerika Serikat, dan kini telah dijadikan suaka margasatwa. 06/09/22
Danau yang terbentuk dari kubah gambut (peat dome) melalui proses alami pelapukan gambut di dalam cekungan kubah gambut selama ratusan tahun itu, membuat air Danau Mablu berwarna hitam alami.
Kawasan tersebut sering menjadi tempat persinggahan burung luar. Burung-burung migran itu umumnya berasal dari Asia Selatan. Namun, tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur. Biasanya burung akan berimigrasi saat musim kawin.
Hal ini dibenar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inhil, Junaidy S.Sos M.Si.
"Saban tahun, macam-macam jenis burung migran akan singgah di sana (Danau Mablu, red). Disana burung-burung itu bermain. Ini sudah dibuktikan oleh beberapa peneliti," pungkas Junaidy.
Pulau ini merupakan tempat habitat alami dari species Bangau Putih Susu / Wilwo yang hanya tinggal kisaran 5.500 – 6000 ekor saja di dunia. Dan dipercaya, 10% dari jumlah itu, hidup dan berkembang biak di Pulau Basu.
Bupati Indragiri Hilir Wardan mengatakan Pulau Basu berpotensi dijadikan objek wisata. Ada beberapa spesies flora dan fauna langka antara lain, hutan mangrove (ryzphora) dan burung bangau (ciconiidae).
Daya tarik pulau basu tidak hanya dari danau mabloe dan unggasnya yang langka saja, tetapi, wisatawan juga dapat menemukan pohon Nyirih, kayu Api-api, pohon Nibung ataupun Pinang Merah, pohon Terentang, serta ribuan spesies belukar lainnya, termasuklah Bunga Anggrek. Bahkan tidak kalah uniknya, disana ternyata juga ada pohon Semar atau dikenal juga dengan sebutan Periuk Beruk yaitu tumbuhan si pemakan serangga.
Tempat ini memiliki luas lebih kurang 25.672,28 hektar, dengan hamparan pantai lumpur seluas 9.200 hektar. Sekeliling pulau dikelilingi dengan ekosistem hutan mangrove yang sebagian besar masih baik. Lama tempuh perjalanan dari Kota tembilahan adalah selama 1,5 jam perjalanan. (Adv)

Berita Lainnya
Yuk Mengenal Lebih Dekat Budaya Festival Pompong Hias Sungai Indragiri
Agrowisata di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Beginilah Berkembangnya Wisata Agro Dan Bumi Perkemahan Selensen Point
6 Gerbang Lampu Hiasi Malam Lailatul Qadar di Kecamatan Selayar, Jaga Tradisi dan Semarakkan Suasana
Harga Murah Bangeet, Seafood Tumpah Canteen Swarna Bumi Tembilahan
Menikmati Angin Sepoi-sepoi dengan Es Kopyor di Taplau Sungai Indragiri Hilir
Frisca Kuliner: Surga Rasa di Jalan Haji Said Kota Tembilahan
Baddos Cafe Salah Satu Rekomandasi Tongkrongan di Kota Tembilahan
Lagi Viral!! Shabu'Q Tembilahan Sensasi Makanan Shabu dan BBQ
Pemkab Lampura Akan Kembangkan Objek Wisata Waytebabeng Guna Meningkatkan Pendapatan Daerah
Bayi Berusia Empat Bulan Menjadi Korban, Tragedi Angin Kencang di Indragiri Hilir
Kue Putu Bambu Salah Satu Kuliner Laris Manis di Tembilahan