Dua Balita Tewas di Kolam Limbah, Polda Riau Periksa 10 Pejabat PHR
BUALBUAL.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau terus mendalami penyelidikan terkait insiden tragis yang menewaskan dua balita di kolam limbah milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). 10 orang pejabat perusahaan migas milik pemerintah tersebut diperiksa.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Asep Darmawan, mengungkapkan bahwa total ada 10 pejabat PHR diperiksa dalam kasus ini. Untuk 2 pejabat sudah datang diperiksa dan 8 lainnya akan menyusul.
"Dua pejabat sudah kami periksa, delapan lainnya segera menyusul. Berkas berita acaranya sudah saya tandatangani," kata Kombes Asep kepada Kamis (5/6).
Asep menyebutkan, pihaknya juga telah meninjau langsung lokasi kolam limbah yang menewaskan dua bocah tersebut. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan. Berdasarkan temuan awal, kolam itu merupakan bagian dari fasilitas pengolahan limbah hasil pengeboran seperti Cuttings Mud Treatment Facility (CMTF).
"Seharusnya, limbah hasil pengeboran sudah melalui proses treatment dan injeksi sehingga tidak lagi mengandung zat berbahaya. Selain itu, area kolam limbah harus dilengkapi dengan rambu peringatan, pengamanan, dan pengawasan ketat," terang Asep.
Tak hanya itu, Asep menyampaikan pihaknya akan menelusuri seluruh aspek kelalaian dalam kasus ini, termasuk siapa yang paling bertanggung jawab atas tragedi tersebut. "Kami ingin mengetahui apakah prosedur pengamanan sudah dijalankan sebagaimana mestinya atau ada unsur kelalaian. Ini menyangkut nyawa dua anak kecil," tegas Asep.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (22/4) di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Dua balita, FSH dan FW, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam limbah milik PHR.
Saat kejadian, sang ibu, Fatimah, pergi ke pasar. FSH diketahui sedang tertidur bersama ayahnya. Namun saat Fatimah kembali sekitar pukul 13.50 WIB, kedua anaknya tidak berada di rumah. Panik, Fatimah dan suaminya langsung mencari keberadaan anak-anak mereka. Mereka kemudian mendapat informasi dari warga bernama Bintang, yang menunjukkan lokasi tempat anak-anak sering bermain.
Ketika ayah korban menyusuri lokasi yang dimaksud, ia terpukul saat menemukan tubuh kedua anaknya telah mengapung tak bernyawa di dalam kolam limbah. Ia langsung turun ke dalam kolam untuk mengevakuasi jasad anak-anaknya.
Warga yang berdatangan kemudian membantu membawa korban ke Puskesmas terdekat, namun nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus berlanjut guna mengungkap dugaan kelalaian dalam pengelolaan limbah oleh pihak perusahaan.
"Penanganan limbah industri harus mengutamakan keselamatan warga sekitar. Jika ditemukan pelanggaran SOP, tentu akan ada proses hukum lanjutan," ungkap Asep.

Berita Lainnya
Terparah di Rohil, Kondisi Lapas di Riau Memprihatinkan
48 Gram Sabu Dimusnahkan, Tersangka Suhartono Hadir Saksikan Proses
Pengembangan Kasus Penahanan Tug Boat Milik PT THIP, Polisi Tangkap Satu Pelaku lagi
Polda Kepri Tindak Tegas Oknum Walpri Gubernur yang Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
Satnarkoba Polres Bengkalis Prakarsai Gerakan Kampung Bebas Narkoba dan Berbagi Sembako
KPK Tetapkan Kepala Basarnas Tersangka Dugaan Suap Alat Pendeteksi Korban Reruntuhan
Tiga Pelaku Curat Burung Berkicau Ditangkap Tim Tekab 308 Polres Tulang Bawang
Digerebek di Rumahnya, Pria di Pelalawan Ternyata Simpan 58 Paket Ganja Siap Edar, Pemasok Masih Buron!
Pelaku Pencurian Uang 800 Juta dengan Cara Pecahkan Kaca Mobil di Batam Berhasil Diringkus Polisi
Polres Inhu Ungkap Sindikat Curanmor dan Pemalsuan STNK, 10 Tersangka Ditangkap
Dituding
Warga Indonesia Wajib Baca! RKUHP: Menyerang Harkat dan Martabat Presiden Dihukum Tiga Tahun Penjara