Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Tak Terima Kebun Jadi Koridor, Warga Belantaraya Gelar Aksi di Depan Kantor Desa
BUALBUAL.com - Ratusan masyarakat asli tempatan di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar aksi damai tepat didepan halaman Kantor Desa, pada Rabu pagi, 15 April 2026.
Dalam postingan banner undangan terbuka, ada dua poin arah aksi damai yang disampaikan, yakni "Masyarakat butuh pemimpin bermoral" dan "Selesaikan sengketa lahan masyarakat".
Aksi damai tersebut diduga akibat buntut dari persoalan yang menimpa Kepala Desa Belantaraya Hasbullah Jali atas bebagai kasus yang dilewati sebelumnya.
Koordinator lapangan, Agus, menyampaikan bahwa Aksi damai tersebut merupakan murni bentuk daripada menjalankan azaz demokrasi menyampaikan pendapat dan aspirasi masyarakat.
"Ini murni menyampaikan aspirasi masyarakat, kita pastikan tidak ada niat lain yang berkaitan persoalan pribadi dan lainya terhadap Kepala Desa Belantaraya," ungkap Agus.
Ditempat yang sama, salah satu aspirasi yang paling mencolok disampaikan dalam orasi yakni Kepala Desa Belantaraya diminta segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Selain itu, masyarakat meminta agar ada penyelesaian terhadap persoalan-persoalan sengketa lahan masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan jalan koridor perusahaan.
"Ada dua tuntutan Masyarakat, pertama meminta Kepala Desa Belantaraya mengundurkan diri, dengan dasar pelanggaran etika, kedua adalah penyelesaian sengketa lahan untuk pembangunan jalan koridor perusahaan," Jelas Agus saat diwawancarai awak media.
Agus mengklaim bahwa Kepala Desa Belantaraya telah mengundurkan diri mulai hari ini, Rabu 15 April 2026.
Terkait sengketa lahan, Agus selaku koordinator lapangan yang mewakili masyarakat Aksi Damai agar supaya BPD mengakomodir agenda rapat besar dengan perusahaan terkait.
Hal tersebut dikarenakan masyarakat menolak keras kebunnya dijadikan lahan koridor perusahaan. Dan masyarakat tidak menerima bahwa kebun yang dimiliki selama puluhan tahun dianggap sebagai lahan konservasi oleh Pemerintah Desa dan yang terlibat didalamnya.
Terakhir, Agus menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan Gaung yang sempat hadir ditengah-tengah Aksi Damai untuk memantau jalannya penyampaian aspirasi masyarakat.
"Terimakasih juga kami sampaikan kepada Polsek Gaung dan TNI yang telah menjaga keamanan sehingga aksi damai berjalan dengan kondusif, apapun bentuk amarah yang disampaikan bukanlah murni amarah melainkan sebuah intonasi yang mencerminkan apa yang dipendam masyarakat selama ini," tutup Agus.

Berita Lainnya
Cek Fakta Informasi Video Perampokan Kapal di Guntung
Sedih! Ibu 3 Anak di Riau Diperkarakan, Hanya Karena Curi Sawit Senilai Rp 76 Ribu Buat Beli Beras
Sekolah di Inhil Diduga Lakukan Pungli Uang Perpisahan Hingga Jutaan Rupiah
Kecelakaan Pekerja di PT LIP Mesuji Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan dan Menuai Protes Karyawan
4 Mobil Rusak Parah, Kecelakaan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru
Dinding Waduk Proyek Pengelolaan Air Minum di Kampung Tokojo Bintan Hancur
Ketua JPKP Sebut KLA Masih Belum Layak Disandang Kota Tanjungpinang
Polisi Tangkap John Kei, Kasus Penyerangan di Green Lake City
BMKG Pekanabru : Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau Hari Ini
Warganya Diserang Seekor Buaya, Kades Kelumpang Sambangi 'Ngadu' ke DPKP Inhil
Lubang Semburan Gas di Pesantren di Tenayan Raya Pekanbaru Mulai Ditutup
Proyek Jalan Satria Diduga Tabrak Perpres No 70 Tahun 2012