PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Kantong Plastik Berbayar Belum Sepenuhnya Diterapkan di Kota Pekanbaru
BUALBUAL.com, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah menggalakkan gerakan kantong plastik berbayar kepada seluruh anggotanya sejak Jumat (1/3/2019).
Bagaimana penerapannya di Riau, khususnya di Pekanbaru?
Dari penelurusan di sejumlah mini market berjaringan terdapat kebijakan yang berbeda diterapkan masing-masing tempat usaha.
Sabtu (2/3/2019) siang, CAKAPLAH.COM mencoba membeli beberapa keperluan di salah satu toko ritel di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Gobah, Pekanbaru. Saat melakukan pembayaran, kasir sempat menanyakan apakah menggunakan plastik atau tidak. Dan ternyata, memang jika menggunakan kantong plastik, tak ada uang lebih yang harus dikeluarkan konsumen.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada kasir tersebut, ia mengatakan jika plastik gratis dan tak berbayar.
"Plastiknya gratis kok, tidak bayar," ujar kasir tersebut.
Ia bahkan sedikit bingung ketika disinggung tentang aturan baru yang sudah diterapkan oleh Aprindo mengenai plastik berbayar.
"Saya malah tidak tahu. Sampai sekarang belum ada arahan dari atasan untuk hal ini. Mungkin wilayah Jawa saja. Kalau di sini sampai sekarang tidak kok," Cakapnya.
Hal serupa juga disampaikan Kasir di salah satu ritel modern yang masih berada di salah satu wilayah Rumah Sakit, tepatnya di Jalan Lembaga Pemasyarakatan juga.
"Plastik gratis kok, tidak bayar," pungkasnya.
Namun berbeda pula di salah satu toko ritel di jalan Cipta Karya Ujung. Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik saat berbelanja harus mengeluarkan sedikit uang.
Seperti yang dituturkan Riya, warga jalan Datuk Tunggul, Panam, Pekanbaru. Ia mengaku kaget ketika kasir menyampaikan kalau kantong plastik harus dibayar.
"Saat berbelanja Jumat kemarin, saya ditanya apakah mau pakai kantong plastik atau tidak. Kalau mau pakai kantong plastik harus bayar Rp200. Karena hanya belanja sedikit saya memilih tidak menggunakan kantong plastik," ujarnya kepada CAKAPLAH.COM, Sabtu (2/3/2019).
Riya mengaku tidak mengetahui kembali ada kebijakan kantong plastik berbayar. Meski demikian dia tidak mempersoalkan kebijakan tersebut,
Sebagaimana diberitakan, Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019.
Hal ini untuk mendukung salah satu visi pemerintah pada tahun 2025 Indonesia yakni bisa mengurangi 30 persen sampah dan menangani sampah sebesar 70 persen termasuk sampah plastik.
| Sumber | : | Cakaplah |

Berita Lainnya
Waspada Virus Corona, Polsek, IDI, dan Puskesmas Tembilahan Hulu Sosialisasi ke Pengendara yang Melintas
Eks Ketum PPP Romi, KPK Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari Kedepan
Remaja Pembunuh Sadis Kuansing, Divonis Penjara Seumur Hidup
50 Laporan Perusahan ke Disnakertrans Riau yang tak menyalurkan THR
Fokus Ornop Sebut: Tunggakan Membengkak, BPJS Tembilahan Terkesan Tidak Transparan
Jarak Pandang di Pekanbaru Hanya 1 Kilometer, Kabut Asap Makin Pekat
Dugaan 41 Pelanggaran Pemilu Ditemukan Bawaslu di Riau, Ini Rinciannya
Kunker Kec Tanah Merah Bupati Sampaikan Perioritasnya Untuk Memantau Langsung Pembangunan di Daerah
Jelang Musim Buah-buahan, Waka Polres Inhil Berikan Ide Cemerlang terkait Penghijauan Lingkungan
Menghadapi Atletico, Tim Ini Kembali Diperkuat Trio BBC
Sampai Jumat Kemarin Sudah 424 Orang, Jumlah Korban Tewas KPPS Terus Bertambah