Buah Pepaya California
Panen Lebih Cepat, Herry Rasakan Manfaat Pupuk FABA untuk Pepaya California
BUALBUAL.com - Di tengah hamparan kebun yang hijau, buah-buahan menjadi salah satu sumber penghidupan bagi para petani. Bagi Kelompok Tani Pesona Kualu, produktivitas kebun tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga ketekunan dalam merawat tanaman serta dukungan sarana produksi yang memadai.
Salah seorang anggota kelompok tani, Herry Sukmadiyanto (48), telah lebih dari lima tahun menekuni budidaya buah-buahan di kebunnya yang berada di Jalan Pemprov, Desa Kualu, Kabupaten Kampar.
Berbagai jenis tanaman ia kembangkan, mulai dari pepaya, jambu, jeruk, mangga hingga sejumlah tanaman hortikultura lainnya. Namun, dari berbagai komoditas tersebut, Pepaya California menjadi salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan.
"Saya sudah lima tahunan lebih memulai tanam buah-buahan di kebun ini. Ada pepaya, jambu, jeruk, mangga, dan tanaman hortikultura lainnya. Tapi yang banyak di sini ya varietas Pepaya California," kata Herry, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Herry, merawat Pepaya California sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi membutuhkan ketelatenan. Terlebih saat musim kemarau, kebutuhan air tanaman harus menjadi perhatian agar pertumbuhannya tetap optimal.
"Perawatan Pepaya California sebenarnya gampang-gampang susah. Cuma saat musim kemarau kita harus lebih ekstra, seperti rutin menyiram untuk menjaga kelembapan tanah. Namun, jangan sampai ada genangan air supaya tidak terjadi busuk," ujarnya.
Ia menyebut kelembapan tanah menjadi salah satu faktor penting dalam perawatan tanaman. Kondisi tanah dan ketersediaan air sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga kualitas buah yang dihasilkan.
Selain perawatan rutin, penggunaan pupuk juga menjadi salah satu faktor yang menurut Herry memberikan perubahan terhadap perkembangan tanaman. Salah satunya adalah pupuk FABA yang diperoleh Kelompok Tani Pesona Kualu melalui bantuan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan.
Herry menjelaskan, sebelum menggunakan tambahan pupuk FABA, Pepaya California di kebunnya biasanya mulai berbuah dan dapat dipanen pertama kali ketika tanaman berusia sekitar delapan hingga sembilan bulan setelah ditanam.
Namun, pengalaman tersebut berubah setelah pupuk FABA digunakan sebagai tambahan dalam perawatan tanaman.
"Kalau dulu pepaya ini mulai berbuah dan bisa dipanen pertama pada usia 8 hingga 9 bulan setelah tanam. Tetapi semenjak saya gunakan tambahan pupuk FABA, panennya semakin cepat, 3 atau 4 bulan sudah bisa dipanen," jelasnya.
Menurut Herry, perubahan juga terlihat dari kondisi fisik tanaman. Daun tampak lebih hijau, batang menjadi lebih besar, sementara jumlah buah yang dihasilkan mengalami peningkatan.
"Tekstur tanaman jauh lebih bagus, daun lebih hijau, batang lebih besar dan buah yang dihasilkan jadi bertambah. Meskipun pupuk biasa tetap kami pakai, tambahan pupuk FABA ini memberikan hasil yang sangat baik," ungkapnya.
Ia menegaskan, pupuk FABA bukan berarti menggantikan seluruh kebutuhan pupuk yang selama ini digunakan petani. Pupuk tersebut dimanfaatkan sebagai tambahan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sesuai dengan kebutuhan.
Bantuan tersebut semakin berarti karena pupuk FABA diterima kelompok tani secara gratis. Herry menyebut Kelompok Tani Pesona Kualu mendapatkan bantuan pupuk FABA sebanyak enam ton dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan.
"Saya mendapatkan pupuk ini secara gratis dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan. Alhamdulillah, kelompok tani kami dapat 6 ton pupuk FABA," tuturnya.
Menurut Herry, bantuan tersebut memberikan manfaat langsung bagi petani. Selain membantu mengurangi biaya produksi, ketersediaan pupuk juga mendukung keberlangsungan budidaya tanaman di kebun.
"Bantuan pupuk seperti inilah yang sangat penting bagi petani, karena tentu saja bisa membantu kami untuk meringankan biaya produksi. Kemudian, produktivitas tanaman tercukupi dengan baik dan para petani mampu meningkatkan hasil panennya," ucapnya.
Lebih jauh, Herry berharap dukungan terhadap petani tidak berhenti pada bantuan pupuk. Ia menilai petani membutuhkan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak agar sektor pertanian terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Harapan saya tentu sama dengan petani lainnya, tentu kami sangat perlu dukungan dari pemerintah dan berbagai macam pihak. Kalau petani ini benar-benar didukung maka ekonomi di desa bisa meningkat sekaligus menjamin ketersediaan buah lokal yang segar dan berkualitas," harapnya.
Bagi Herry, kebun bukan sekadar tempat menanam dan memanen. Di antara barisan Pepaya California yang terus tumbuh, tersimpan harapan agar pertanian lokal semakin kuat, biaya produksi semakin ringan, dan kesejahteraan petani ikut meningkat.

Berita Lainnya
Chemistry Kepemimpinan: Herman - Yuliantini dan Ritme Baru Pemerintahan Inhil
Berani Tagih Rp1 Triliun ke Pusat! Surat Bupati Siak ke Prabowo, Dahlan Iskan: Kepala Daerah Sudah Mau Meledak!
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Apakah Oknum DPRD Dapat Mengelola Program MBG/ PGN?
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan
Senang vs Tenang : Dilema Hidup Manusia Modern
Dt. Dr. Junaidi, SHI., M. Hum, Pembalakan Liar dan Wajah Ekonomi Sosial Kita
Banjir Rob: Dari Fenomena Alam, Bisa Menjadi Bencana Alam
Kondisi Memburuk, Tahanan Rutan I Medan Dirujuk Emergency hingga Dinyatakan Meninggal
Kursi Menimbang Marwah
Semangat Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak di TAS Ibu Mithali
Integritas KPK di Penangkapan Gubernur Riau, Abdul Wahid