Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Tertangkap di Tengah Laut: Penyelundupan Kayu Ilegal Gagal di Tangan Satpolairud
BUALBUAL.com - Menjelang Lebaran Iduladha, nasib buruk dialami dua warga Kepulauan Meranti, J (41) dan R (27). Mereka ditangkap polisi saat membawa kayu olahan hasil ilegal loging (ilog).
Keduanya ditangkap, Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 05.30 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti, Riau. Saat itu, J dan R sedang membawa kayu olahan untuk dibawa ke Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Saat diamankan, dalam kapal yang dinakhodai J terdapat muatan kayu olahan. Tanpa dokumen lengkap, kayu yang hendak dibawa ke Kepri itu berjumlah 25 tan.
Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima pihak kepolisian. Pukul 23.00 WIB Senin malam itu, polisi menerima informasi bahwa akan adanya kegiatan pengeluaran kayu olahan ilog dari wilayah Kepulauan Meranti.
Kemudian, sekitar pukul 23.30 WIB, tim berangkat menggunakan speedboad Sat Polairud menyusuri perairan Desa Kampung Balak dan perairan Selat Rengit Desa Tanjung Peranap.
Kemudian, Selasa (3/6/2025) sekira pukul 05.30 WIB, pada saat tim gabungan sedang melakukan penyelidikan di Desa Kampung Balak dan seputaran Perairan Selat Rengit Desa Tanjung Peranap, dari kejauhan terlihat kapal sarat muatan sedang berlayar mengarah ke Perairan Selat Air Hitam Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
"Melihat hal tersebut, tim gabungan langsung melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut, setelah dilakukan pengecekan didapati kapal dengan muatan tumpukan kayu olahan," kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Alfaroqi, saat konferensi pers, Rabu (4/6/2025)
Dijelaskan Kapolres Aldi, adapun kedua tersangka yang diamankan merupakan penerima upah. Keduanya mendapat bayaran Rp 1 juta untuk satu kali keberangkatan.
"Pengakuan kedua tersangka, mereka hanya diupah satu juta rupiah satu orang untuk sekali pengantaran. Dari pengakuan mereka juga, ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan," beber AKBP Aldi Alfa Faroqi.
Saat ini, kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.
Adapun kedua tersangka dikenakan pasal 83 ayat 1 huruf b dan atau pasal 88 ayat 1 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan sebagaimana diubah dengan pasal 37 angka 13 ayat 1 huruf b Undang -undang RI nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi ancaman pidana penjara minimal penjara 5 tahun.
Turut hadir, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Maitertika SH MH, Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Iptu Rolly Irvan SH MH, Kanit Tipidter Satreskrim Ipda Ariyadi SH dan Satuan Polairud Polres Kepulauan Meranti.

Berita Lainnya
Peredaran Ekstasi di Inhil Terbongkar, Dua Pemuda Ditangkap Polisi
Dihadiahi Timah Panas, 2 Pelaku Perampokan di Sungkai Utara Berhasil Diringkus Polisi
Polda Riau Fight Melawan Teror, Seorang Satpam dan Dua Rekannya Berhasil Dibekuk
Polres Lampung Utara Tangkap Pelaku Penggadaian Emas Palsu
Jaksa Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Korupsi Jembatan Sungai Enok, Inhil
Jadi Beking Narkoba, Kepala Desa di Riau Diciduk Polisi
Pelaku Premanisme di Tanjung Uban Diamankan Polisi dalam Operasi Pekat Seligi 2025
Mayat Mr.X Ditemukan Warga Di Tepi Pantai Penurun Muntai Barat
Tiga Warga Selatpanjang Ditangkap Polres Meranti
Kelabui CCTV Pakai Jilbab, Komplotan Pencuri Rp40 Juta di Siak Akhirnya Tertangkap
Pegawai SPBU di Lampura Gelapkan Uang Perusahaan Hingga 300 Juta Lebih untuk Bermain Judi Slot
Aksi Seorang Wanita di Lampura Lakukan Pencurian dan Pukul Korban dengan Kayu Hingga Pingsan